Jadi Salah Satu Skala Prioritas Pembangunan Sektor Pertanian Daerah
AROSUKA, KABA MINANGKABAU.COM – Pemerintah Kabupaten Solok menegaskan komitmennya untuk menyukseskan Program Pengembangan Kawasan Kopi Arabika seluas 2.000 hektare yang merupakan program strategis Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Program tersebut menjadi salah satu skala prioritas pembangunan sektor pertanian daerah guna meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ekonomi berbasis komoditas unggulan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Deslirizaldi, S.P., M.P., mengatakan program yang bersumber dari Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2025 masih terus berjalan sesuai tahapan. Hingga akhir tahun 2025, realisasi pengembangan telah mencapai 525 hektare dengan penyaluran sekitar 525.000 batang bibit kopi arabika kepada kelompok tani.

Menurut Deslirizaldi, belum tercapainya target pengembangan seluas 2.000 hektare disebabkan keterbatasan ketersediaan bibit dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan sebagai penyedia bibit yang ditunjuk pemerintah pusat.
“Informasi dari Kementerian Pertanian menyebutkan program ini akan dilanjutkan pada tahun 2026 dengan rencana pengembangan seluas 1.200 hektare. Saat ini kami masih menunggu jadwal pengadaan dan penyaluran bibit dari pemerintah pusat,” ujar Deslirizaldi, Selasa 28 /7.
Sebagai bentuk kesiapan daerah, Pemerintah Kabupaten Solok telah menyiapkan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) seluas 2.000 hektare yang melibatkan sekitar 120 kelompok tani di tujuh kecamatan sentra pengembangan kopi. Kesiapan tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah daerah siap melaksanakan program lanjutan begitu dukungan dari pemerintah pusat direalisasikan.
Di bawah kepemimpinan Bupati Jon Firman Pandu dan Wakil Bupati H. Candra, pengembangan kopi ditetapkan sebagai salah satu skala prioritas pembangunan sektor pertanian. Selain meningkatkan produksi, program ini juga diarahkan untuk memperkuat hilirisasi, peningkatan kualitas hasil, penguatan kelembagaan petani, hingga perluasan akses pasar sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
“Program pengembangan kopi merupakan peluang besar untuk memperkuat posisi Kabupaten Solok sebagai salah satu sentra kopi arabika unggulan di Sumatera Barat. Pemerintah daerah berkomitmen mengawal pelaksanaannya hingga tuntas sebagai amanah pemerintah pusat sekaligus amanah masyarakat,” tegas Deslirizaldi.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kabupaten Solok optimistis program pengembangan kopi 2.000 hektare dapat terealisasi secara bertahap dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah berbasis sektor pertanian yang berkelanjutan.
(KMKN)
Sumber: Siaran Pers Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Solok.


