Selasa, Mei 26, 2026
Google search engine
HukumUMMY Solok Gelar Lomba Debat Hukum, Dorong Kesadaran Hukum Generasi Z

UMMY Solok Gelar Lomba Debat Hukum, Dorong Kesadaran Hukum Generasi Z


Solok, Kaba Minangkabau news,- Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok melalui Himpunan Mahasiswa (HIMA) Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Hukum bersama Pusat Studi Hukum dan Humaniora (PSHH) Meester Yamin Law Center (MYLC) akan menggelar Law Debate Competition 2026 pada 5–6 Mei 2026 di Kampus II UMMY Solok, Jalan Tembok Raya, Kelurahan Nan Balimo, Kota Solok.


Ajang debat hukum antar pelajar tingkat SMA/SMK/MA se-Kota dan Kabupaten Solok itu mengusung tema “Hukum Indonesia dalam Perspektif Generasi Z”, sebagai ruang membangun kesadaran hukum, daya pikir kritis, dan keberanian berargumentasi di kalangan generasi muda.


Panitia menyiapkan delapan isu strategis yang akan diperdebatkan peserta, mulai dari penegakan hukum yang adil, hukuman mati, sistem zonasi pendidikan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), dampak penggunaan gadget, hingga persoalan pertambangan tanpa izin.


Ketua Panitia Pelaksana, Mutia Nada Kasturi, mengatakan kompetisi tersebut bukan sekadar perlombaan adu argumentasi, melainkan wadah pendidikan yang mempertemukan pemahaman hukum dengan kemampuan berpikir logis dan solutif.


Menurutnya, kegiatan ini dirancang untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya cakap berbicara, tetapi juga memiliki integritas dan keberanian menyuarakan kebenaran.
Law Debate Competition 2026 ini menjadi ruang bertumbuh bagi pelajar untuk mengasah nalar kritis, memahami persoalan hukum, dan membangun keberanian menyampaikan gagasan secara argumentatif,” ujar Mutia.


Pendaftaran peserta telah dibuka dan akan ditutup pada 30 April 2026 pukul 00.00 WIB. Panitia menegaskan seluruh proses pendaftaran tidak dipungut biaya alias gratis.


Selain trofi dan penghargaan, peserta juga berpeluang memperebutkan hadiah uang pembinaan jutaan rupiah.


Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa Fakultas Hukum UMMY yang dinilai menghadirkan ruang edukatif bagi pelajar untuk meningkatkan literasi hukum sejak dini.


Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti generasi muda memiliki peran penting dalam membangun budaya berpikir kritis dan kepedulian terhadap persoalan kebangsaan.
Ini bukan hanya lomba, tetapi ruang pendidikan publik. Saya mengajak pelajar, orang tua, dan masyarakat mendukung kegiatan ini karena menjadi kebanggaan bersama,” katanya.

Dukungan serupa disampaikan Bupati Solok Jon Firman Pandu. Alumni Fakultas Hukum UMMY itu menyebut kompetisi debat hukum ini sebagai terobosan yang dapat memantik tumbuhnya kesadaran hukum di kalangan pelajar dan masyarakat.


Ia menilai kegiatan tersebut juga menjadi jembatan antara dunia akademik dan praktik di lapangan, sehingga pendidikan hukum tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berkontribusi terhadap kehidupan sosial dan tata kelola pemerintahan.
Kita ingin dunia akademik dan praktik di lapangan saling terhubung. Kesadaran hukum harus dibangun sejak dini dan pelajar harus menjadi bagian dari itu,” ujarnya.


Sementara itu, Rektor UMMY Solok Rica Mega Sari menilai kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui penguatan literasi hukum.


Ia menyatakan kampus mendukung penuh kegiatan yang digagas mahasiswa dan berharap model serupa dapat dikembangkan oleh fakultas lain di lingkungan UMMY.
Kampus harus hadir bukan hanya mencetak lulusan, tetapi juga berkontribusi bagi daerah. Kegiatan ini contoh konkret peran mahasiswa dalam pembangunan sosial,” kata Rica.


Panitia menyebut kompetisi ini diharapkan menjadi panggung bagi pelajar untuk menunjukkan kapasitas berpikir, keberanian berargumentasi, serta pemahaman terhadap isu-isu hukum dan kebijakan publik.


Melalui format kompetisi yang menitikberatkan pada logika, substansi hukum, dan etika berdebat, peserta tidak hanya diuji kemampuan berbicara, tetapi juga ketajaman analisis dan kemampuan menawarkan solusi terhadap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Sebagai ajang perdana di Solok, Law Debate Competition 2026 diproyeksikan menjadi ruang pembinaan generasi sadar hukum dan berdaya saing, sekaligus menegaskan peran kampus sebagai penggerak tumbuhnya budaya kritis di kalangan pelajar.

(KMKN)

#ummysolok

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments