KABA MINANGKABAU.COM | SOLOK
Pemerintah Kabupaten Solok terus mempercepat pembangunan daerah melalui sinergi dengan pemerintah pusat. Di bawah kepemimpinan Bupati Solok Jon Firman Pandu dan Wakil Bupati H. Candra, pembangunan infrastruktur dipadukan dengan pengembangan sektor pertanian sebagai strategi membuka kawasan-kawasan potensial sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sinergi tersebut diwujudkan melalui dukungan Kementerian Kehutanan yang telah menyetujui pelepasan kawasan hutan seluas sekitar 155 hektare, dukungan pembangunan infrastruktur melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah, serta dukungan Kementerian Pertanian terhadap program pengembangan kawasan perkebunan kopi seluas 2.000 hektare di Kabupaten Solok.

Menindaklanjuti pelepasan kawasan hutan tersebut, setelah berdiskusi dengan Bupati Jon Firman Pandu, Wakil Bupati H. Candra memimpin rapat terbatas bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) beserta perangkat daerah terkait guna mempercepat seluruh tahapan administrasi dan teknis pembangunan.
Sebagai tindak lanjut, tim teknis Dinas PUPR langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan survei, pengukuran, dan inventarisasi terhadap ruas-ruas jalan prioritas. Hasil pendataan meliputi Jalan Gaduang–Lubuak Rasam sepanjang 15,15 kilometer, Jalan Tigo Jangko–Lubuak Tarok sepanjang 13,42 kilometer, Jalan Kipek–Tanjung Balik sepanjang 9,85 kilometer, serta Jalan Sumiso–Tigo Jangko sepanjang 10,34 kilometer.

Keseluruhan ruas diatas jadi prioritas dan akan diusulkan melalui skema Inpres Jalan Daerah dengan standar lebar jalan minimal tujuh meter. Untuk mendukung usulan tersebut, Pemerintah Kabupaten Solok tengah menyiapkan seluruh persyaratan, mulai dari koordinasi dengan camat dan wali nagari, penyelesaian dokumen administrasi, hingga penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Detail Engineering Design (DED) yang akan dianggarkan melalui Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.
Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan pembangunan infrastruktur merupakan fondasi utama dalam membuka akses menuju kawasan-kawasan produktif yang selama ini belum berkembang secara optimal.
“Pemerintah Kabupaten Solok terus membangun sinergi dengan pemerintah pusat agar setiap peluang pembangunan dapat dimanfaatkan secara maksimal. Infrastruktur menjadi kunci untuk membuka akses masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru yang berbasis pada potensi daerah,” ujar Jon Firman Pandu.
Selain pembangunan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Solok juga terus menjalankan program pengembangan kawasan perkebunan kopi seluas 2.000 hektare yang mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian. Program tersebut telah mulai dilaksanakan pada 2026 di sejumlah kecamatan yang memiliki potensi pengembangan komoditas kopi dan akan dilanjutkan secara bertahap pada 2027 guna memperluas cakupan kawasan serta meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat.

Menurut Jon Firman Pandu, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi kopi, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengembangan komoditas unggulan daerah yang memiliki nilai tambah dan daya saing.

Sementara itu, Wakil Bupati H. Candra menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dan pengembangan kawasan pertanian merupakan dua program yang saling mendukung. Ia menyebut Kecamatan Tigo Lurah sebagai salah satu wilayah yang memiliki prospek besar untuk pengembangan pada masa mendatang. Selain memiliki potensi lahan untuk perkebunan kopi, kawasan tersebut juga menyimpan potensi sumber daya alam lainnya, seperti mineral dan batu bara (minerba) serta energi air (hidro), yang dapat dikembangkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Arahan Bupati jelas, kita harus bergerak cepat menindaklanjuti seluruh dukungan pemerintah pusat. Karena itu kami langsung melakukan survei lapangan, menyiapkan dokumen administrasi dan teknis, serta membangun koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Infrastruktur yang dibangun hari ini akan menjadi fondasi bagi perluasan kawasan kopi di tahun-tahun mendatang sekaligus membuka peluang berkembangnya berbagai potensi ekonomi lainnya,” kata H. Candra.
Pemerintah Kabupaten Solok optimistis sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat akan mempercepat terwujudnya kawasan-kawasan pertumbuhan baru. Melalui pembangunan infrastruktur, pengembangan perkebunan kopi, dan optimalisasi potensi wilayah, Kabupaten Solok diharapkan mampu meningkatkan daya saing daerah, memperluas kesempatan ekonomi masyarakat, serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan merata.
(KMKN)


