Jakarta | Kaba Minangkabau News
Semangat persatuan dan nilai-nilai adat Minangkabau mewarnai pelantikan Dewan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Barung Barung Sekitarnya (DPP IKBS) Periode 2025–2029 yang digelar di GOR Remaja Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (26/6/2026). Kegiatan tersebut dirangkai dengan Silaturahmi Akbar Masyarakat 4 Nagari Sekenegerian Barung Barung Belantai yang menghadirkan ratusan perantau dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah.
Mengusung tema “Bersinergi Ranah dan Rantau, Saciok Bak Ayam Sadanciang Bak Basi”, acara ini menjadi momentum memperkokoh hubungan antara kampung halaman dengan para perantau yang selama ini menjadi salah satu kekuatan sosial masyarakat Minangkabau.
Hadir dalam kegiatan tersebut unsur ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, generasi muda, tokoh masyarakat, serta para perantau asal Barung Barung Belantai dan sekitarnya. Turut hadir pula delapan anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, yakni Hakimin, Ermizen, Dani Syofyan, Andra Respati, Teguh Dehalsa, Robi Binur, Mus Mulyadi, dan Yuli Arber.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri Bendahara Umum DPP PKPS H. Syafrizal, Ketua DPW PKPS DKI Jakarta Roja Yesi, S.E., M.M., Sekretaris Wilayah DPW PKPS DKI Jakarta Ns. Durakmal, S.Kep., M.K.M., Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Barung Barung Belantai, beserta sejumlah tokoh masyarakat lainnya.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dengan dipimpin langsung oleh Ketua DPW PKPS DKI Jakarta Roja Yesi, S.E., M.M. Penyerahan pataka organisasi kepada Ketua Umum DPP IKBS menjadi simbol amanah dan tanggung jawab kepengurusan baru untuk membawa organisasi semakin maju dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP IKBS menegaskan bahwa organisasi perantau harus menjadi wadah pemersatu seluruh unsur masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial, profesi, maupun pilihan politik. Menurutnya, kekuatan terbesar masyarakat Minangkabau terletak pada budaya musyawarah, gotong royong, dan kemampuan menjaga hubungan erat antara ranah dan rantau.
“Perantau tidak boleh melupakan kampung halaman. Sebaliknya, kampung halaman juga harus mampu memanfaatkan potensi besar yang dimiliki para perantau. Ketika keduanya bersinergi, maka akan lahir kekuatan yang mampu mendorong kemajuan nagari dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Bagi masyarakat Minangkabau, organisasi perantau bukan sekadar tempat berhimpun, tetapi juga sarana memperkuat identitas budaya, menjaga silaturahmi antarsesama urang awak, sekaligus menjadi media untuk menghimpun gagasan dan sumber daya demi pembangunan kampung halaman.
Nilai tersebut tercermin dalam pelaksanaan Lelang Apik Ayam, tradisi khas masyarakat Minang yang turut memeriahkan acara. Tradisi yang diwariskan turun-temurun ini menjadi simbol gotong royong dan kebersamaan dalam menghimpun dukungan untuk kepentingan bersama.
Para tokoh yang hadir berharap kepengurusan DPP IKBS Periode 2025–2029 mampu menjadi motor penggerak lahirnya berbagai program sosial, pendidikan, ekonomi kerakyatan, pelestarian adat dan budaya, serta penguatan generasi muda sebagai penerus kepemimpinan di masa mendatang.
Pelantikan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa di tengah derasnya arus modernisasi, nilai-nilai adat Minangkabau tetap relevan sebagai fondasi membangun persatuan, memperkuat solidaritas, dan mendorong kemajuan masyarakat baik di ranah maupun di rantau.
Acara ditutup dengan doa bersama, foto bersama, dan ramah tamah yang berlangsung penuh kehangatan, menandai eratnya hubungan kekeluargaan masyarakat 4 Nagari Sekenegerian Barung Barung Belantai di mana pun berada.
(KMKN)


