Selasa, Juli 14, 2026
Google search engine
BlogGotong Royong dan OPLAH, Kolaborasi Nyata Menjaga Ketahanan Pangan dari Tingkat Nagari

Gotong Royong dan OPLAH, Kolaborasi Nyata Menjaga Ketahanan Pangan dari Tingkat Nagari

KABA MINANGKABAU NEWS | Kabupaten Solok

Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan utama masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Pada Sabtu (27/6/2026), Kelompok Tani Permata (Peduli Reformasi dan Masyarakat Tani) bersama masyarakat Jorong Tangah Padang melaksanakan kegiatan pembersihan dan pemeliharaan saluran Irigasi Banda Kompoh, yang selama ini menjadi sumber pengairan bagi sekitar 86 hektare lahan persawahan.

Kegiatan tersebut tidak hanya mencerminkan kuatnya budaya kebersamaan yang masih hidup di tengah masyarakat pedesaan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur pertanian yang berperan langsung terhadap produktivitas pangan daerah.

Dalam konteks pembangunan pertanian modern, keberadaan irigasi yang berfungsi dengan baik merupakan salah satu faktor utama penentu keberhasilan budidaya padi. Saluran yang bersih dan terawat akan memastikan distribusi air berlangsung merata, mengurangi risiko kekeringan, serta membantu petani mempertahankan produktivitas lahan secara optimal.

Irigasi Banda Kompoh sendiri menjadi salah satu titik yang memperoleh dukungan melalui Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) dari Dinas Pertanian Kabupaten Solok dengan nilai anggaran sebesar Rp128,8 juta. Program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga bertujuan meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong peningkatan pendapatan petani.

Kegiatan gotong royong tersebut dihadiri Kepala Jorong Tangah Padang, pengurus dan anggota Kelompok Tani Permata, masyarakat penerima manfaat, serta Unit Pengelola Kegiatan dan Keuangan (UPKK) yang bertanggung jawab mengawal pelaksanaan program OPLAH di lapangan.

Ketua Kelompok Tani Permata, Yetrianto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.

> “Kami mengucapkan terima kasih kepada PPL Nagari Cupak, Ibu Reni Rianti, BPP Kecamatan Gunung Talang, serta Dinas Pertanian Kabupaten Solok atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan melalui Program OPLAH. Bantuan ini sangat berarti bagi petani untuk meningkatkan kualitas jaringan irigasi dan produktivitas pertanian,” ujarnya.



Menurutnya, pembangunan sektor pertanian tidak cukup hanya mengandalkan bantuan pemerintah. Infrastruktur yang telah dibangun juga memerlukan rasa memiliki dari masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Pandangan tersebut sejalan dengan prinsip pembangunan partisipatif yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan. Ketika petani terlibat langsung dalam pemeliharaan sarana produksi pertanian, maka keberlanjutan program akan lebih terjamin dan biaya perawatan dapat ditekan.

Ketua UPKK, Adeka Putra, menilai tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa modal sosial masyarakat pedesaan masih sangat kuat.

> “Semangat anggota Kelompok Tani Permata dan masyarakat penerima manfaat menunjukkan bahwa nilai-nilai kebersamaan masih terjaga. Ini menjadi modal sosial yang penting agar hasil pembangunan dapat dipelihara dan dimanfaatkan secara berkelanjutan,” katanya.



Sementara itu, Kepala Jorong Tangah Padang mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga irigasi dan mempertahankan budaya gotong royong. Menurutnya, semangat kebersamaan tersebut bukan hanya mendukung keberhasilan program pemerintah, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Dari perspektif pembangunan daerah, Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) memiliki nilai strategis karena tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dari tingkat nagari. Oleh sebab itu, keberlanjutan program semacam ini perlu terus didukung melalui pengawasan yang baik, pemeliharaan infrastruktur secara berkala, serta keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, UPKK, dan masyarakat, Irigasi Banda Kompoh diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi petani. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, kegiatan gotong royong ini menunjukkan bahwa kemajuan pertanian sesungguhnya lahir dari perpaduan antara dukungan pemerintah, partisipasi masyarakat, dan semangat kebersamaan yang tetap terjaga di akar rumput.

“Ketahanan pangan tidak hanya dibangun melalui anggaran dan program, tetapi juga melalui kepedulian masyarakat untuk menjaga setiap tetes air yang menghidupi sawah dan kehidupan petani.”

(KMKN)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments