Minggu, September 20, 2026
Google search engine
BlogUsai Basilek di Pilwana, Anak Nagari Paninggahan Kembali Basatu

Usai Basilek di Pilwana, Anak Nagari Paninggahan Kembali Basatu

KABA MINANGKABAU, SOLOK — Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, alah sampai pado tahap pascapamiliahan. Persaingan nan salamo tahapan Pilwana berlangsung cukup dinamis kini mulai mencair dengan munculnyo sikap kebesaran hati antartim kandidat.

Dalam kontestasi tersebut, Mapril Ahmad Koto merupakan kandidat Wali Nagari Paninggahan nomor urut 01, sedangkan Jufrizal, A.Md. merupakan kandidat nomor urut 03.

Dari masing-masing tim, David Level Nine merupakan perwakilan Tim 01, sementara H. Beye Sky Music merupakan perwakilan Tim 03.

Sasudah pemungutan suara, H. Beye Sky Music sebagai perwakilan kandidat nomor urut 03 menyampaikan ucapan salamaik kapado kandidat nomor urut 01, Mapril Ahmad Koto, nan berdasarkan penghitungan suara sementara berada di posisi unggul atas Tim 03.

Ucapan salamaik tersebut disampaikan H. Beye Sky Music kepada David Level Nine, selaku perwakilan Tim 01.

Sikap tersebut memperlihatkan kebesaran hati dalam berdemokrasi di tingkat nagari. Persaingan nan tajadi salamo tahapan Pilwana indak menjadi alasan untuk mamutus tali silaturahmi antarsesama anak nagari.

Ucapan salamaik dari perwakilan Tim 03 tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa hasil penghitungan suara sementara dapat diterima dengan lapang dada, sembari tetap menunggu tahapan resmi berupa pleno dan penetapan hasil Pilwana sesuai mekanisme nan berlaku.

Menerima ucapan tersebut, David Level Nine mewakili kandidat nomor urut 01 menyampaikan ucapan terima kasih kepada H. Beye Sky Music dan seluruh Tim 03.

David juga menyampaikan apresiasi kapado seluruh tim dan partisan kandidat nan alah ikut berpartisipasi dalam menyukseskan Pilwana Nagari Paninggahan.

Ucapan terima kasih tersebut juga ditujukan kepada seluruh stakeholder nan terkait dalam pelaksanaan Pilwana, sehingga proses demokrasi di Nagari Paninggahan dapat berjalan dengan baik.

Menurut pesan nan disampaikan, keberhasilan Pilwana bukan hanya menjadi tanggung jawab kandidat dan tim pemenangan, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur nan terlibat.

Mulai dari penyelenggara, pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, pemuda, perantau hingga masyarakat nan telah menggunakan hak pilihnyo.

Bagi David Level Nine dan Tim 01, kontestasi Pilwana bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Apapun hasil resmi nan nantinyo ditetapkan, seluruh pihak diharapkan tetap menjaga hubungan baik dan kembali bergandengan tangan membangun nagari.

Sementara itu, bagi Tim 03, ucapan salamaik kepada kandidat nomor urut 01 menjadi gambaran bahwa perbedaan pilihan politik tidak harus meninggalkan permusuhan.

Biduk lalu, kiambang batawik.”

Ungkapan Minangkabau ko menjadi sangat relevan dalam suasana pascapamiliahan. Sasudah basilek dalam arena Pilwana, kini saatnyo anak nagari baliak basatu.

Pilwana hanyolah sebuah proses untuk memilih pemimpin. Sasudah proses tersebut selesai, kepentingan nan labiah gadang adalah masa depan Nagari Paninggahan.

Karano itu, siapa pun nan nantinyo ditetapkan sebagai wali nagari terpilih memiliki tanggung jawab untuk merangkul seluruh masyarakat, termasuk masyarakat nan sabalunnyo memberikan dukungan kepada kandidat lain.

Begitu pulo dengan seluruh tim dan partisan. Perbedaan pilihan selama Pilwana hendaknya indak menjadi sekat dalam kehidupan sosial masyarakat.

Semangat Paninggahan Emas harus menjadi cita-cita basamo. Bukan hanya milik kandidat nomor 01, nomor 03, atau kelompok tertentu, tetapi menjadi tujuan seluruh anak nagari.

Gotong royong, persaudaraan dan kebersamaan merupakan modal penting dalam mambangun Paninggahan ke depan.

Beda piliah, bukan berarti putuih dunsanak. Beda pandangan, bukan berarti barpisah jalan.

Nan penting, sasudah Pilwana seluruh anak nagari bisa baliak duduk basamo, barundiang basamo dan bekerja basamo untuk kepentingan nagari.

Karano pembangunan Paninggahan indak mungkin dilakukan oleh satu kandidat atau satu tim sajo. Pembangunan membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat.

Ucapan salamaik dari H. Beye Sky Music kepada Mapril Ahmad Koto melalui David Level Nine, kemudian dibalas dengan ucapan terima kasih kepada seluruh Tim 03, partisan dan stakeholder Pilwana, menjadi simbol bahwa demokrasi dapat diakhiri dengan kebesaran hati.

“Biduk lalu, kiambang batawik. Baduo piliah, tapi Paninggahan tetap basamo.”

Sasudah basilek di arena Pilwana, kini saatnyo energi persaingan diubah menjadi energi kolaborasi.

Dari kontestasi manuju persaudaraan. Dari perbedaan manuju kebersamaan. Dari Pilwana manuju Paninggahan Emas.
(KMKN)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments