Kaba Minangkabau news
Nagari Cupak,- Suasana pasca Idulfitri 1447 Hijriah di Dusun Pulau berubah menjadi lautan manusia yang dipenuhi tawa dan kegembiraan. Ribuan warga, baik masyarakat setempat maupun para perantau yang pulang kampung, tumpah ruah memadati area persawahan pada Jumat (21/3/2026) untuk mengikuti rangkaian tradisi unik dalam menyambut bulan Syawal.
Salah satu kegiatan yang paling menyita perhatian adalah sepak bola basah di tengah sawah. Berbeda dari pertandingan sepak bola pada umumnya, para peserta diwajibkan mengenakan daster, menciptakan suasana yang tidak hanya kompetitif tetapi juga penuh hiburan.

Laga di atas lumpur ini menghadirkan momen-momen kocak, mulai dari pemain terpeleset hingga aksi jenaka yang mengundang gelak tawa penonton.
“Kegiatan ini bukan soal menang atau kalah, tapi bagaimana kita bisa tertawa bersama dan bersilaturahmi setelah Ramadan,” ujar salah seorang peserta di sela pertandingan.
Tak kalah meriah, tradisi panjat batang pinang bagomok juga menjadi magnet bagi masyarakat. Batang pinang setinggi sekitar 20 meter yang dilumuri lumpur menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta untuk meraih hadiah di puncaknya. Sorak sorai penonton terus menggema, memberi semangat bagi para pemanjat yang harus bekerja sama demi mencapai tujuan.
Perpaduan olahraga tradisional dan hiburan rakyat ini menjadi simbol kebersamaan masyarakat Cupak dalam merayakan Idulfitri. Tidak hanya sebagai ajang rekreasi, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antarwarga serta menjadi ruang temu hangat antara masyarakat lokal dan para perantau.
“Kegiatan seperti ini punya aura positif, membangun keakraban tanpa sekat. Semua masyarakat berbaur menjadi satu,” ujar Mevrizal, salah satu perantau asal Cupak.
Dengan semangat gotong royong dan kegembiraan yang mengalir, tradisi ini kembali menegaskan bahwa Lebaran bukan sekadar perayaan religius, tetapi juga momentum memperkuat tali silaturahmi dalam balutan budaya lokal yang kaya dan penuh makna.
(KMKN)


