Kaba Minang Kabau News
Makassar – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berkelakar saat mengumumkan bahwa Indonesia resmi menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Sidang Dewan Pleno 2026 Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang digelar di Makassar, Minggu (15/2/2026).
Dalam sambutannya, Bahlil menyebut para importir BBM kemungkinan besar akan “sakit kepala” setelah kebijakan penghentian impor solar diberlakukan. Kelakar itu disampaikan sebagai penegasan bahwa pemerintah kini semakin percaya diri terhadap kemampuan produksi dalam negeri, khususnya setelah beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
Menurut Bahlil, keberadaan RDMP Balikpapan menjadi salah satu faktor kunci yang memungkinkan Indonesia menghentikan ketergantungan pada pasokan solar dari luar negeri. Kilang tersebut dinilai mampu meningkatkan kapasitas produksi BBM nasional secara signifikan, terutama untuk memenuhi kebutuhan solar domestik.
Ia memaparkan, RDMP Balikpapan memiliki kemampuan memproduksi sekitar 5 juta kiloliter bensin dan 3,9 juta kiloliter solar per tahun. Dengan tambahan kapasitas tersebut, kebutuhan konsumsi solar nasional dinilai dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri tanpa harus mengandalkan impor.
“Kita sudah tidak impor solar lagi. Jadi mungkin para importir sudah mulai pusing,” ujar Bahlil disambut respons peserta sidang pleno.
Meski disampaikan dengan nada bercanda, pernyataan itu menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Bahlil menekankan bahwa penghentian impor solar bukan hanya soal angka produksi, tetapi juga bagian dari strategi besar pemerintah untuk mendorong hilirisasi dan kemandirian energi. Menurutnya, selama bertahun-tahun Indonesia masih bergantung pada impor BBM karena keterbatasan kapasitas kilang di dalam negeri.
Dengan peningkatan kapasitas melalui RDMP Balikpapan, pemerintah optimistis neraca perdagangan sektor energi dapat membaik. Selain mengurangi tekanan terhadap devisa negara, langkah ini juga diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga BBM di dalam negeri.
Ia juga mengapresiasi kerja sama berbagai pihak, termasuk BUMN energi dan pemangku kepentingan lainnya, yang telah mendorong percepatan penyelesaian proyek strategis tersebut. Bahlil menilai transformasi sektor hilir migas harus terus dilanjutkan agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.
Sidang Dewan Pleno HIPMI 2026 sendiri menjadi forum konsolidasi pengusaha muda dari berbagai daerah. Dalam kesempatan itu, Bahlil mengajak para pelaku usaha untuk ikut mengambil peran dalam pembangunan sektor energi, termasuk pengembangan infrastruktur pendukung dan industri turunan berbasis energi.
Pemerintah, lanjutnya, akan terus mendorong kebijakan yang berpihak pada penguatan industri dalam negeri. Penghentian impor solar menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan menuju swasembada energi, sekaligus simbol bahwa kapasitas produksi nasional semakin kompetitif dan mampu menjawab kebutuhan pasar domestik.
(kmkn)


